hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali (mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. AT TAUBAH:23)

31 Maret 2010

resume risalah pergerakan ikhwanul muslimin jilid 1

Resume Risalah Pergerakan Jilid I - Bab Dakwah Kami

DAKWAH KAMI

KETERUS-TERANGAN

Kami ingin berterus-terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putihnya siang.

KESUCIAN

Kami membawa misi dakwah yang bersih dan suci, bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Ia terus berlalu menapaki jalan panjang kebenaran yang telah digariskan Allah SWT dalam firman-Nya:

QS Yusuf 12:108

Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan yang lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.Yang kami harap hanyalah pahala dari Allah SWT.

KASIH SAYANG

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini, selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah SWT untuk kemaslahatan seluruh manusia, lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami. Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta. Sesaat kami tak akan pernah menjadi musuh kalian.

SEMUA KEUTAMAAN HANYALAH MILIK ALLAH

Andaikan yang kami lakukan ini adalah sebuah keutamaan, maka kami sama sekali tidak menganggap itu keutamaan diri kami. Kami hanya percaya pada firman Allah SWT:
Qs Al Hujurat 49:17

Kami hanya ingin umat ini menyaksikan sendiri, adakah sesuatu dalam hati ini selain kecintaan yang tulus, rasa kasih sayang yang dalam, serta kesungguhan kerja guna mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi mereka? Adakah sesuatu dalam hati ini selain lara dan perih atas musibah yang menimpa mereka?
Namun biarlah, cukup bagi kami keyakinan bahwa Allah SWT mengetahui itu semua. Hanya Dia-lah yang menanggung kami dengan dukungan-Nya dan mengiringi kami dengan bimbingan-Nya dalam langkah-langkah kami. Di tangan-Nya-lah berada semua kunci dan kendali hati manusia. Cukuplah Dia bagi kami. Dia-lah sebaik-baik tempat bergantung.

MELEBUR

Umat Islam harus mengetahui bahwa beban dakwah ini hanya dapat dipikul oleh mereka yang telah memahami dan bersedia memberikan apa saja yang kelak dituntut olehnya, baik waktu, kesehatan, harta, bahkan darah.

QS At Taubah 9:24

Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap: TOTALITAS. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama dakwah dan dakwah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal bersama orang yang duduk-duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi yang lebih baik dan sanggup memikul beban dakwah ini.

QS Al Maidah 5:54

KEJELASAN

Kami mengajak manusia kepada suatu ideologi. Ideologi yang jelas, definitif, dan aksiomatik. Sebuah ideologi yang mereka semua telah mengenalnya, beriman kepadanya, dan percaya akan kebenarannya. Mereka juga tahu bahwa ideologi itu merupakan jalan menuju pembebasan, kebahagiaan, dan ketenangan dalam kehidupan ini. Sebuah ideologi yang telah dibuktikan oleh pengalaman dan disaksikan oleh sejarah akan keabadian dan kelaikannya dalam menata dan menyejahterakan kehidupan manusia.


ISLAM KAMI

Dengarlah wahai saudaraku!

Dakwah kami adalah dakwah yang hanya dapat dilukiskan secara integral oleh kata “Islamiyah”. Kata ini mempunyai makna yang sangat luas, tidak sebagaimana yang dipahami secara sempit oleh sebagian orang.
Kami meyakini bahwa Islam adalah sebuah sistem nilai yang komprehensif, mencakup seluruh dimensi kehidupan. Dia memberi petunjuk bagi kehidupan manusia dalam semua aspeknya, dan menggariskan formulasi sistemik yang akurat tentang hal itu. Ia sanggup memberi solusi atas berbagai masalah vital dan kebutuhan akan berbagai tatanan untuk mengangkat harkat kehidupan manusia.
Kami memahami Islam secara integral, mencakup dimensi kehidupan dunia dan akhirat. Ini bukanlah klaim yang kami buat-buat. Tetapi memang itulah yang kami pahami dari Kitab Allah dan hasil napak tilas kami kepada generasi terdahulu Islam.
Dakwah kami memang islamiyah, dengan segala makna yang tercakup dalam kata itu. Pahamilah apa saja yang ingin Anda pahami dari kata itu dengan tetap berpedoman kepada Kitab Allah (sumber dasar Islam), Sunnah Rasulullah SAW (penjelasan dari kitab tersebut), dan sirah salafus shalih (jalan hidup pendahulu yang shalih, sebagai contoh aplikatif dari perintah Allah dan ajaran Islam).

(Islam adalah system yang menyeluruh, yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana juga ia adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih. –Risalah Pergerakan jilid 2, bab Risalah Ta’lim, hal. 162, Hasan Al Banna, edisi terj. Intermedia, cetakan ketiga, April 2000 M)

BATASAN NASIONALISME KAMI

Batasan nasionalisme bagi kami ditentukan oleh ikatan aqidah, sementara pada mereka (kaum nasionalis fanatik) batasan paham itu ditentukan oleh teritorial wilayah negara dan batas-batas geografis. Bagi kami, setiap jengkal tanah di bumi ini, di mana di atasnya ada seorang Muslim yang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallah”, maka itulah tanah air kami. Kami wajib menghormati kemuliaannya dan siap berjuang dengan tulus demi kebaikannya.
Setiap muslim -dalam wilayah geografi yang manapun- adalah saudara dan keluarga kami. Kami turut merasakan apa yang mereka rasakan dan memikirkan kepentingan-kepentingan mereka.
Kami menginginkan kekuatan dan kemaslahatan untuk semua bangsa-bangsa Muslim.

TUJUAN NASIONALISME KAMI

Kami percaya, bahwa di leher setiap Muslim tergantung amanah besar untuk mengorbankan seluruh jiwa dan raga serta hartanya demi membimbing manusia menuju cahaya Islam. Setiap Muslim harus mengangkat bendera Islam setinggi-tingginya di setiap belahan bumi, bukan untuk mendapatkan harta, popularitas dan kekuasaan atau menjajah bangsa lain, tapi semata-mata untuk memperoleh ridho Allah SWT dan memakmurkan dunia dengan bimbingan agamanya.

PERSATUAN

Sesungguhnya Islam –sebagai agama persatuan dan persamaan- telah menjamin kekuatan ikatan (persatuan bangsa yang terdiri dari berbagai aliran dan agama) itu selama masyarakat tetap tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa. Lihatlah firman Allah SWT:

QS Al Mumtahanah 60:8

Kami seiring sejalan dalam mencintai segala kebaikan bagi tanah air dan berjuang untuk membebaskannya, dan membangun serta memajukannya. Kami mendukung semua pihak yang bekerja untuk itu semua dengan tulus.
Lebih dari itu, kami juga ingin agar Anda tahu, kalau cita-cita besar mereka hanya membebaskan tanah air dari cengkeraman penjajah dan mengembalikan kehormatannya, maka itu hanyalah sepotong jalan dari cita-cita besar yang diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin. Karena setelah tahapan itu, kami masih harus berjuang menegakkan bendera tanah air Islam itu setinggi-tingginya di setiap belahan bumi. Agar bendera Al Qur’an berkibar megah di seluruh penjuru dunia.

IKATAN AQIDAH

Ikhwanul Muslimin memandang manusia –dalam kaitannya dengan sikap mereka terhadap fikrah Ikhwan- terbagi mejadi dua golongan.

Ada golongan manusia yang meyakini apa yang kami yakini. Yaitu beriman kepada Allah SWT dan kitab-Nya serta beriman kepada Rasulullah SAW dengan segenap ajaran yang dibawanya. Terhadap mereka itu, kami diikat oleh sebuah ikatan yang suci dan luhur, yakni ikatan aqidah.

Bagi kami, ikatan ini jauh lebih suci dari ikatan darah dan tanah air. Mereka adalah kaum yang paling dekat dengan kami, yang setiap saat kami rindukan dan karenanya kami bekerja dan berjuang membela mereka, menebus kehormatan mereka dengan darah dan harta, di belahan bumi mana pun mereka berada dan dari keturunan apa pun mereka berasal.

Ada lagi golongan manusia di mana ikatan aqidah tidak mengikat kami dengan mereka. Namun kami tetap berdamai dengan mereka selama mereka berdamai dengan kami. Kami menginginkan kebaikan bagi mereka selama mereka tidak memusuhi kami. Kami percaya bahwa di antara kami tetap ada satu ikatan, yaitu ikatan dakwah.

Kami harus mengajak mereka kepada misi yang kami emban, karena ini merupakan kebaikan bagi seluruh manusia. Dan dalam melakukan dakwah, kami harus mengikuti metode dan saran yang telah dijelaskan oleh Islam sendiri. Maka siapa di antara mereka yang menzhalimi kami, niscaya kami akan membalas kezhaliman mereka dengan seutama-utamanya cara untuk membalas kezhaliman orang-orang zhalim. Jika Anda mendengar itu dari kitab Allah SWT, maka dengarkanlah yang berikut ini:

QS Al Hujurat 49:10
QS Al Mumtahanah 60:8-9

Saya berharap bahwa Anda telah mengetahui kepada siapa Ikhwanul Muslimin berpihak dan ke mana pula dia mengajak.

HARAPAN DAN PERASAAN

Saya ingin Anda tahu bahwa kami benar-benar tidak putus asa terhadap diri kami. Bahkan kami berharap akan memberi banyak kebaikan. Kami percaya bahwa tabir yang memisahkan antara kami dan keberhasilan hanyalah keputusasaan. Jika harapan itu kuat dalam diri kita, maka dengan izin Allah SWT, kita akan mencapai banyak kebaikan.

Ayat-ayat Allah SWT dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang pendidikan dan pembangunan umat menjelang kehancurannya, kisah-kisah kehancuran dan kebangunan umat-umat terdahulu yang banyak tertera di dalamnya, semua itu telah mengajak kami untuk senantiasa memiliki harapan yang besar, dan menunjukkan kepada kami jalan lurus menuju kebangkitan. Andaikan kaum Muslimin mau mempelajari hakikat ini, tentulah mereka dapat memahaminya. Lihatlah –misalnya- firman Allah SWT berikut ini:

QS Al Qashash 28:1-6

Dengan kehendak-Nya, Ia akan memenangkan orang-orang yang tertindas, lalu seketika itu juga, fondasi kebatilan akan runtuh, dan kebenaran segera tertegak gagah dengan pilar-pilarnya yang perkasa. Para pendukung kebenaran saat itu tampil sebagai pemenang. Setalah ayat-ayat semacam ini, takkan ada lagi alasan untuk pesimis dan putus asa bagi umat Islam yang percaya kepada Allah SWT dan kitab-Nya.

Saudaraku, karena hal-hal semacam inilah Ikhwanul Muslimin tidak pernah pesimis dan putus asa dari mengharap pertolongan Allah, betapa pun banyak rintangan. Dan dengan berbekal harapan itulah, kami bekerja dengan penuh kesungguhan. Hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan.

Tentang modal dasar untuk pencapaian tujuan, Ikhwanul Muslimin berpusat pada 3 hal, yaitu:

Manhaj yang benar, yaitu Al Qur’an, Sunnah dan hukum-hukum Islam (sebagaimana ketika ia dipahami pertama kali oleh kaum muslimin dengan bersih, segar dan jauh dari penetrasi paham-paham lain)

Pendukung yang beriman, itulah sebabnya Ikhwanul Muslimin selalu berusaha menerapkan Islam yang telah mereka ketahui untuk diri mereka, dengan penuh kesungguhan dan penuh keseriusan.

Pemimpin yang kuat dan terpercaya
Anggota yang selalu taat kepada pemimpin mereka, dan di bawah pemimpin mereka itu mereka bekerja

Saudaraku, itulah gambaran umum tentang dakwah kami yang ingin saya sampaikan kepadamu. Dan saya yakin, Andalah Yusuf dari mimpi-mimpi ini. Jika Anda setuju dengan kami, maka marilah kita saling berjabat tangan dan berjanji setia untuk bekerja sama di jalan ini.

Allahu Akbar, Alhamdulillah.
Hasan Al Banna


sumber:
buku Risalah Pergerakan jilid 1,
bab Dakwah Kami, halaman 29-54,
edisi terbitan Intermedia,
cetakan keempat, April 2000M

1 komentar:

TERIMA KASIH YA..